Friday, March 30, 2007

Bisnis Internet dan Pertarungan Semut Melawan Gajah

Bisnis internet milik siapa? Pasukan semut atau pasukan gajah? Atau dua-duanya?

Tulisan ini sekedar menanggapi tulisan Mbak Jennie S. Bev di http://www.jennieforindonesia.com/?p=115.

Sebelum saya panjang lebar menulis komentar soal ini, ada baiknya anda baca kembali ulasan-ulasan saya tentang The Manifesto berikut Trilogi The Manifestonya sendiri. Menurut saya Rich Schefren cukup bermurah hati berbagi bagi 'semut-semut' yang terpaksa tidak bisa mengikuti program pembelajarannya yang dibandrol paling murah 5 juta rupiah per bulan.

Baik. Sekarang kita mulai dengan pertanyaan di awal tulisan ini. Bisnis internet milik siapa? Pasukan semut atau pasukan gajah?

Saya tidak hendak memberikan jawabannya. Anda temukan sendiri dengan sejarah berikut. Barangkali mulai dengan Netscape, kurang lebih 13 tahun lalu. IPO Netscape dianggap fenomenal dan menjadi tonggak sejarah keberhasilan bisnis di internet setelah dominasi ilmuwan dan 'computer freak' pra WWW. Perkembangan internet dan e-commerce bak jamur di musim hujan didorong oleh munculnya WWW, terlebih karena kebetulan WWW tidak dipatentkan oleh penemunya. Kemudian Bill "the latest takes it all" Gates mulai 'ngeh' dengan potensi internet dan mulai mati-matian 'membunuh' netscape dengan Internet Explorernya. - Anda tahu kelanjutannya - bahkan sepertinya tak ada lagi yang menggunakan Netscape sebagai browser internet.

Sementara itu, sukses Netscape membuat para 'pecundang' melihat peluang mudah 'berhasil' dengan bisnis internet. Ini polanya. Anda cukup tahu teknologinya, anda membuat internet start-up, plus business plan, plus proposal dan cuap-cuap manis di depan para gajah 'greedy' venture capitalists. Kurang dari 10 bulan kemudian meluncurkan IPO. Ujung ceritanya adalah kebangkrutan yang menyakitkan dari bisnis internet. (nasdaq composite index per 10 Maret 2000, 5,048.62. 2 1/2 tahun kemudian 9 Oktober 2002, 1,114.11. Merosot 78% dari posisi tertinggi sebelumnya).

Kalau anda cukup memperhatikan, atau riset sejenak menggunakan Google, anda akan mendapati bahwa gelembung-gelembung pundi semu bisnis internet diciptakan oleh para gajah yang umumnya tamak dan tinggi hati. Apakah saat ini anda masih mendengar lipposhop.com? 7 tahun lalu, pembelian Dialmart oleh Lipposhop adalah berita besar. Kurang dari 2 tahun setelahnya, Lipposhop hanyalah sejarah. Siapa di belakang Lipposhop? Gajah bernama Lippo!

Sekarang bicara semut;-)

Almarhum Corey Rudl barangkali semut internet pertama yang paling dianggap sebagai pioneer kebangkitan semut di tengah robohnya banyak gajah internet. Internet Marketing Coursenya sangat legendaris pun saat dilanjutkan oleh Derek Gehl.

Stephen Pierce adalah semut gelandangan yang bahkan pernah terkena pelor karena kehidupan jalanannya (semata karena benar-benar nggak punya rumah). Tahun lalu perusahaannya sempat menjadi kandidat tender multi juta dolar pemerintah Amerika. Bagi anda yang sempat hadir di seminar Global Internet Summit bulan November tahun kemarin di Jakarta, tentu paham bahwa Stephen Pierce tidak lagi semut.

Nah, sekarang tentang kolaborasi Gajah dan semut ;-)

Agora Publishing. Mesti merupakan perusahaan multi juta dolar, Agora publishing dengan Michel Masterson sebagai mastermindnya, dan ezine earlytorise-nya masih tetap menggunakan cara semut untuk pundi-pundi bisnisnya. Agora barangkali satu-satunya gajah yang tidak malu-malu menjadi afiliat menjualkan dagangan para semut.

Warning. Tentang kebangkitan para gajah.

Agora Publishing mungkin akan menjadi sumber inspirasi para gajah-gajah di bisnis internet. Agora sendiri secara khusus membawa timnya ke sebuah chateau di pedusunan Perancis untuk membahas 'kebangkitan' ini. Yang jelas, gajah yang pernah menjadi semutpun sudah mulai dengan tingkah gajahnya untuk membendung serangan ini.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Akankah para semut bangkit menjadi gajah?

Akankah para gajah siap-siap mendominasi bisnis internet?

Akankah ada pertarungan semut melawan gajah?

Akankah ada kolaborasi sehat semut dan gajah?

Kita lihat nanti ;-)

1 comment:

Jennie said...

Terima kasih sudah me-link blog saya.

Well, sesungguhnya semut adalah binatang terkuat di dunia karena bisa mengangkat beban berkali-kali lipat berat badannya sendiri. Jadi, ini adalah kehormatan disebut sebagai "semut." Mudah-mudahan tidak ada yang "tersinggung."

Kedua-duanya, pasukan affiliates/PPCs dan dot-commers yang mengeluarkan program2 tersebut, sama-sama memerlukan satu sama lain. Simbiosis mutualisme.

Tidak ada yang superior, karena ini masalah pilihan saja. Kebetulan untuk saya sendiri, mustahil saya bisa bergerak leluasa karena tingginya biaya operasi di Amrik sini.

Kelebihan rekan2 di Indonesia adalah lebih leluasa bergerak. Gunakan kesempatan ini dengan baik.

Salam,
Jennie S. Bev