Friday, June 16, 2006

Social Bookmarking, Alternatif Bagi Search Engine?

Kalau email Anda saat ini kebanjiran penawaran tentang cara memanfaatkan tag dan ping, janganlah merasa kesal. Tag & ping menjadi pembicaraan sebulan terakhir ini semenjak Sean Wu, berdomisili di Thailand, melakukan pre launching produk e-book dengan dukungan Joint Venture beberapa internet marketer ternama. Sean Wu menawarkan cara baru (dengan tag & ping itu) untuk menaikkan ranking (dan kemudian traffic) sebuah website.

Namun kemudian beberapa pakar (yang menurut mereka ikutan membeli produk Sean Wu), mengklaim bahwa cara Sean Wu menggunakan tag & ping mengancam 'tatanan sosial' internet yang anti spam. Apa sebenarnya yang dia lakukan?

Sean Wu memanfaatkan satu metode yang mulai dikenal masyarakat luas internet semenjak kemunculan Technorati disusul kemudian belakangan oleh situs-situs semacam del.icio.us, furl, digg dll. Metode tersebut dikenal dengan sebutan Social Bookmarking.

Penjelasan ringkas social bookmark adalah seperti gambaran berikut. Suatu saat Anda menemukan satu halaman web (atau blog) yang menurut Anda sangat menarik dan pantas untuk di letakkan ke dalam daftar favorite, sehingga lain waktu Anda bisa membacanya kembali. Namun kemudian komputer Anda crash dan membawa hilang semua yang ada di dalam daftar favorite Anda. Apa yang bisa Anda lakukan? Akan sangat menyenangkan Anda saja Anda dapat menyimpan daftar tersebut di dunia maya. Lebih hebat lagi kalau Anda bisa berbagi dengan orang lain dengan hanya menunjukkan alamat dari daftar tersebut. Betapa pencarian dan penyebaran informasi menjadi sangat mudahnya. Sedemikian itulah gambaran dari social bookmark.

Saat banyak para marketer berlomba untuk menjadi yang teratas pada halaman hasil pencarian search engine, para pencari informasi yang merasa search engine sudah mulai terlalu komersiil seakan mendapatkan sarana baru untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya, tanpa harus dipusingkan dengan keharusan untuk menentukan validitas informasi karena faktor komersiil yang dominan dan sangat menonjol.

Masalahnya kemudian, siapa yang akan menjamin kalau para marketer tidak melihat potensi eksploitasi social bookmarking? Itulah tepatnya yang dikhawatirkan oleh para pakar ketika Sean Wu meluncurkan TagAndPing.

2 comments:

nEeNa-JoSE said...

selamat sore,

saya ingin menanyakan lebih detail mengenai strategi tag&ping, boleh tidak? karna saya kurang begitu dapat penjelasan dari artikel di atas.

ini berkenaan mengenai bagaimana menampilkan situs kita dalam pencarian menggunakan Google

saya sudah coba submit url ke beberapa search engine, tp belum berhasil jg =(

terima kasih sebelumnya

regards,
[nEeNa-JoSE]

Indratno Widiarto said...

Saya sedang menyiapkan penjelasan lebih lengkap mengenai tag&ping ini.

Berkenaan dengan menampilkan situs dalam halaman pencarian, banyak yang bisa dilakukan. Yang pertama tentu mengoptimalkan website sesuai dengan prinsip dasar SEO.

Submission ke search engine bukanlah jaminan keberhasilan optimalisasi search ranking.

Berasumsi situs yang anda maksud adalah orangpalingkeren.zrynx.net, menurut saya masalah utamanya ada pada optimalisasi keyword.

Situs anda sangat keren. saya yakin soal tampilan web sudah tidak jadi masalah. Anda hanya perlu berkonsentrasi pada tujuan awal anda membuat web. Saya yakin tidak sekedar masalah keren kerenan. (dalam bahasa Jawa, artinya saling menggelitik).

PS.
Saya menggunakan artikel untuk optimalisasi web saya. Hanya dengan 3 artikel melambungkan salah satu web saya di 10 besar SERP kurang dari 1 bulan dari 135.000 search result!

Distribusikan Artikel anda di sini.